Kamis, 25 Agustus 2016

Memory


Sendiri bukan hal yang asing buat gw, entah kenapa terkadang kesendirian itu sedikit membawa kebahagiaan, walaupun tak bisa gw pungkiri bahwa terkadang pula kesendirian itu menakutkan.

Tapi, bukankah itu hal yang wajar dirasakan oleh seseorang,  sendirian, kebahagiaan, ketakutan atau bahkan ketika semua kata itu mulai menyatu menjadi satu bagian "ketakutan akan kesendirian", "sendirian yang mambahagiakan" atau malah "ketakuatan akan kebahagiaan".

Terasa aneh memang ketika dua rasa yang bisa dibilang "kontras", menyatu dalam satu diri membuktikan bahwa kita memang ada, bahwa kita memang nyata.

Kenangan, begitulah mereka menyebutnya jika kita memiliki ingatan tentang masa lalu, "hal yang sudah jauh meninggalkan kita" seperti itulah sebagian orang menganggapnya, tapi nyatanya bukankah kita yang meninggalkannya, membelakanginya dengan masa sekarang dan berjalan menjauh dengan masa depan.

Senyum, tawa, duka semua rasa itu seakan ber-metamorfosis menjadi satu bagian yang tak terpisahkan saat kenangan itu datang, dan "Rindu" menjadi satu bagian kecil yang bisa mengaburkan semua perasaan resah dan gelisah.

Jika ada orang yang beranggapan bahwa tulisan ini gak berarti dan bermakna, gw tegaskan bahwa "Dia Benar". 

Jika kau menyadari bahwa semua tulisan panjang tak bermakna ini akan bermuara ke satu kalimat.

"Kenangan itu datang lagi dan membawa sejuta Rindu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar